Emak-Emak Datangi Redaksi Detikvisi, Anaknya Korban Kekerasan Premanisme

Ilustrasi kekerasan anak

Emak-Emak Datangi Redaksi Detikvisi,
Anaknya Korban Kekerasan Premanisme

IMAM MAKSUM SERING MEMUKUL ANAK SAYA, BUKAN HANYA SEKALI, MELAINKAN BERKALI-KALI
KOTA MALANG, DETIKVISI–Sejumlah emak- emak mendatangi kantor redaksi Detikvisi. Mereka mengadukan perilaku kekerasan yang menimpa sang buah hati. Sang anak mengalami memar-memar dan luka -luka. Preman berkedok guru ngaji sering memukul anak-anak tersebut.

“Imam Maksum sering memukul anak saya, bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali. Lihat saja kaki anak saya memar-memar dan penuh luka,” ungkap Ruqayah, warga Rt 6, RW 4 Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Kata Ruqayah, akibat kekerasan memar-memar dan penuh luka, anaknya bernama Ragil sering tidak masuk sekolah. Karena Ragil untuk berjalan saja sulit sekali. Anaknya juga takut bermain dengan anak-anak seusianya. Anaknya ketakutan mendapat ejekan dari teman-temanya.

“Selain tidak mau sekolah juga tidak mau bermain keluar rumah. Kalau Ragil ke luar rumah minta pendampingan bapak atau ibunya,” kata Ruqayah.

Ruqayah heran, anaknya mengalami kekerasan fisik, padahal tergolong pendiam, tidak pernah menganggu teman-temannya. Serta tidak nakal seperti, membuat keributan dan mencuri.

“Anaknya pendiam tidak nakal, tidak pernah menganggu anak lain yang sedang mengaji, anak saya juga tidak pernah mencuri,” kata Ruqayah.

Agar tidak mengalami kejadian terulang, Ruqayah memindahkan Ragil ke tempat mengaji TPQ lain. Karena kata Ruqayah korban kekerasan Imam Maksum bukan satu anak, malainkan lebih dari dua anak.

Hingga berita ini ke publik, Ruqayah tidak melakukan tindakan hukum seperti melapor ke polisi. Ruqayah juga tidak melaporkan Imam Maksum preman berkedok guru ngaji ke departemen agama (Depag).

“Memang saya tidak lapor polisi, lebih baik anak saya pindah ngaji saja. Saya juga tidak melaporkan Imam Maksum ke Depag selaku pihak yang membawahi TPQ-TPQ,” tandas Ruqayah. (SIP)