MUHAMADIYAH DESAK PRESIDEN PRABOWO KELUAR dari Board of Peace

BoP Tidak Memperjuangkan Palestina
Muhamadiyah mendesak presiden RI Prabowo Subianto menganulir masuk BoP. Muhamadiyah menilai BoP tidak memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Muhamadiyah berpandangan bahwa Charter BoP tidak memuat roatmap menuju kemerdekaan Palestina. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa BoP tidak akan menyentuh akar persoalannya yaitu mengakhiri penjajahan Israel atas Palestina, ” ungkap Prof Dr Syafiq Al Mugni, Ketua Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional, dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, 6 Februari 2026.
Mughni menambahkan dalam surat tersebut PBB menyatakan dalam BoP, Palestina merupakan mandat sementara.
Padahal BoP berlaku tanpa batas waktu.
“BoP tidak menyebut Palestina sebagai ruang lingkupnya,” kata Mughni.
Mughni menjelaskan BoP berpotensi menjadi “perusahaan politik privat ” Donald Trump. Karena hanya Trump yang memiliki hak veto dan berlaku selaku ketua seumur hidup.
“Ada potensi penyalahgunaan pasukan stabilisasi Internasional untuk kepentingan tertentu, bukan untuk melindungi warga sipil Palestina” ujar Muhgni.
Karena itu, Muhgni mendesak presiden Prabowo menunda atau keluar dari BoP. Karena iuran BoP Rp 16,5 triliun berpotensi tidak digunakan sebagimana mestinya.
“Sebaiknya dana yang besar tersebut digunakan untuk operasional pasukan dan misi kemanusiaan di Gaza Palestina” saran Mughni. (SNI)






